BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Tuesday, October 27, 2009

Studio Lukisan

Studio Seni Lukis

Seni Lukis adalah seni menyusun pigmen di atas bidang (kanvas, kertas, kayu, tembok, dan lain sebagainya) untuk menghasilkan efek-efek : a) representasi obyek atau pemandangan, baik melalui alam maupun imajinasi, b) komposisi tekstur, garis, raut dan warna , c) bentuk dengan makna simbolik, d) kecenderungan abstrak melalui alam atau pengalaman manusia.
Dari 1983, Studio Seni Lukis menerapkan pendekatan pengajaran yang secara konseptual menampung kecenderungan utama penciptaan seni. Kecenderungan utama itu terdiri dari 4 konsep, yaitu mimesis-behavioris, formalisme-gestalt, simbolis-kognitif dan ekspresif-psikoanalisis. Pendekatan mimesis-behavioris diasumsikan sudah diberikan di TPB dalam kuliah-kuliah menggambar, oleh karena itu, tiga konsep lainnya yang dijadikan inti konsep pendidikan.

Penguasaan ketiga prinsip utama diberikan ditahap pengenalan pada kuliah kerja studio 211 dan 212 prinsip formalisme dikenalkan pada semester pertama, sedang prinsip simbolisme dan ekspresivisme di semester ke dua. Dalam hal ini, mahasiswa diasumsikan sebagai wadah yang masih kosong, sehingga perlu dikenalkan dengan tiga prinsip utama penciptaan seni. Dalam formalisme mahasiswa secara intensif mengenal bahasa rupa yang murni lewat garis, warna, raut dan tekstur dalam susunan lukisan yang bermakna . Dalam simbolisme, mahasiswa mencipta lukisan melalui pengorganisasian citra dan bahasa semantik. Melalui pendekatan ekspresivisme, mahasiswa mengenal cara pengungkapan dorongan emosi secara spontan dan intensif. Sebagai pengenalan, pola pembelajaran ditahap ini bersifat instruksional, meskipun dalam hal ini masih terdapat ruang pengembangan ide pribadi yang cukup luas.
Tahap berikut, pada kerja studio SM 311 dan SM 312, mahasiswa memasuki memasuki tahap pencarian atau penjelajahan (eksplorasi) . Disini, mahasiswa diberi kebebasan yang luas untuk mencari gaya, medium dan teknik yang sesuai dengan dirinya, seorang mahasiswa bisa memilih salah satu dari ke tiga prinsip yang ia pelajari pada tahap pengenalan, atau melakukan kombinasi antara dua atau tiga pendekatan. Mereka juga bebas memilih medium teknik, bahkan tidak jarang mahasiswa melakukan eksplorasi ke arah kolase atau menggarap ruang yang mengarah ke instalasi . Kemungkinan seperti itu terbuka karena karya instalasi bisa saja dicipta dengan pendekatan formal, simbolis, ekspresif atau kombinasi dari dua atau ke tiganya sekaligus. Selanjutnya, pada kerja studio SM 411, mahasiswa melakukan pendalaman atas penemuannya pada tahap eksplorasi. Waktu pendalaman selama satu semester itu, dimaksud untuk persiapan Tugas Akhir. Dalam tahap ini, mahasiswa telah mampu menyelaraskan antara konsep berkarya dan karyanya pada tingkat yang dapat dipertanggungjawabkan. Berikutnya, mahasiswa siap memasuki Tugas Akhir dan bekerja secara mandiri.

Konsep pendidikan seni secara bertahap itu juga sejalan dengan teori proses kreatif. Dalam psikologi, kreativitas dilihat sebagi kumpulan berbagai kemampuan yang berbeda.
Kemampuan itu meliputi tiga daya yang juga berjenjang yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lancar (fluency), kemampuan untuk bersikap luwes (flexibility) dan kemampuan menghasilkan keaslian (originality) . Ke tiga kemampuan itu, jika disejajarkan dengan tahap-tahap kerja studio, menjadi tahap pengenalan - kelancaran, tahap pencarian - keluwesan dan tahap pendalaman- keaslian

0 comments: